oleh

Targetkan Pendataan Penyandang Disabilitas Mental Rampung Satu Pekan

Pati, Mitrapost.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menargetkan pendataan penyandang disabilitas mental di Bumi Mina Tani rampung dalam waktu satu pekan.

Sebelumnya diberitakan, banyak penyandang disabilitas mental di Kabupaten Pati belum memiliki kartu identitas baik itu KTP Elektronik (E-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA) hingga Kartu Keluarga (KK).

Hal ini membuat para penyandang disabilitas mental tidak dapat ditangani Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental di Kabupaten Pati. Di mana salah satu syarat administrasi untuk memperoleh pelayanan di balai rehabilitasi sosial itu adalah memiliki kartu identitas.

Baca juga: 10 Orang Penyandang Disabilitas Dilatih Uji Praktik SIM D

Maka dari itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Wisnu Wijayanto mendorong dinas-dinas terkait untuk segera mendata penyandang disabilitas mental di Kabupaten Pati serta segera melengkapi kekurangan ini agar para penyandang disabilitas mental ini segara mendapatkan hak-haknya.

“Mereka merespons. Nanti dalam kurun waktu satu minggu akan diberikan oleh dinsos nanti diberikan kepada Capil.  Nanti setelah ada datanya tinggal masukkan,” ujar Wisnu saat ditemui Mitrapost.com selepas memimpin rapat dengan dinas-dinas terkait mengenai permasalahan ini, Senin (29/3/2021).

“Nanti semua yang mengalami disabilitas mental didata semua. Kami meminta pendataan itu, untuk yang belum punya KTP diberikan KTP, bukan KK, bukan KIA. Didata semua,” lanjut Wisnu.

Baca juga: News Grafis : RAPERDA PENYANDANG DISABILITAS

Selain akan mendapatkan hak rehabilitasi, mereka juga akan mendapatkan bantuan sosial atau bantuan langsung tunai bila memenuhi persyaratannya.

“Berkaitan dengan menerima manfaat nanti itu kan ada regulasinya. Masuk ndak. Kalau masuk diberikan lah. Karena mereka ndak ada yang menerima itu. Mereka kan ndak bisa bekerja,” turut Wisnu.

“Realisasinya ditargetkan satu minggu. Nanti akan kita kawal. Secepatnya lah. Datanya ditargetkan satu minggu. Ada 406 desa/kelurahan itu datanya sudah muncul dalam kurun waktu satu minggu,” pungkasnya. (Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Tentang Penulis: Umar Hanafi

Gambar Gravatar
Wartawan

Komentar

Berita Terkait