Relokasi PKL ke area TPK dilatarbelakangi oleh agenda Pemkab Pati untuk merevitalisasi Simpang Lima sesuai acuan Perda no.12 tahun 2014.
Pada tahun 2019, Bupati Pati juga telah memprediksi, bahwa penghasilan para pedagang tidak akan menurun walau dipindahkan ke daerah tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa, walaupun penjual dipindah, jika sudah sesuai dengan permintaan pasar, akan tetap didatangi konsumen.
Baca Juga: Dewan Pati Minta Perhatikan Kesejahteraan Guru PAUD
Kondisi yang sekarang dinilai Tukul sangat jauh dari prediksi. Saking sepinya pengunjung, 70 persen pedagang disana bahkan meninggalkan area PKL.
Tukul mengatakan, kondisi ini sudah mendapat tanggapan dari Pemkab Pati. Kabarnya dalam waktu dekat para PKL TPK akan dipindahkan ke salah satu pusat wisata kuliner di Pati kota.
Keputusan ini ditentang keras oleh Tukul dan kawan-kawan, karena dinilai bisa memicu konflik antar pelaku PKL.
“Memang di tentang rekan-rekan,karena tanpa dimusyawarahkan dan di situ sudah banyak pedagangnya apakah gak di adu sesama PKL,” kata Tukul.(*)
Baca Juga:
- Stok Darah Minim, PMI Pati: Kalau Tak Ada Pendonor Sehari Bisa Habis
- 13 Ribu Kendaraan di Pati Wajib Uji Kir, Dishub: Baru 11 Ribu yang Ikut
- Ada Kerumunan di Sejumlah Titik, Dewan Pati Akan Evaluasi Pilkades 2021
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Mila Candra
Wartawan Area Kabupaten Pati





