Pati, Mitrapost.com – Bulog Nasional ditugaskan harus memiliki stok beras sebanyak 1,2 juta ton hingga akhir 2022. Stok beras ini digunakan untuk cadangan pangan nasional.
Perintah ini sudah diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama dengan Kementerian Perdagangan, Kemenko Perekonomian, dan sejumlah Kementerian terkait.
Adapun stok beras per 22 November 2022 yang ada di Bulog saat ini kurang dari 600.000 ton
Sementara untuk memenuhi cadangan pangan ini, Bulog juga ditugaskan untuk mengadakan impor beras sebanyak 500 ribu ton, sementara sisanya dipenuhi dari dalam negeri.
Di Pati, Wacana impor beras ini kami tanyakan kepada Anggota Komisi B Dewan Perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M Nur Sukarno.
Ia mengharapkan, kebijakan mengimpor beras tersebut tidak mengganggu produksi beras petani lokal.
Dikhawatirkan beras impor akan menambah stok beras dalam negeri.
Di lapangan, Sukarno menilai stok beras dalam negeri tidak sepenuhnya kosong, di Pati misalnya, jangankan kelangkaan, produksinya malah surplus.
“Untuk mengatasi ketersediaan pangan yang berupa beras perlu data yang benar sehingga pelaksanaan impor beras harus terukur sesuai kebutuhan, jangan sampai malah merugikan petani,” ujar Anggota Dewan dan Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) itu, Jumat (25/11/2022).
Impor beras, juga menurut Sukarno bagai pisau bermata dua. Jika stok cadangan pemanfaatannya tidak tepat guna.
Beras rata-rata hanya memiliki umur lebih dari 1,5 tahun jika tersimpan gudang dan tidak segera digunakan malah akan kadaluwarsa.
Stok beras kadaluwarsa ini tentunya membuat negara semakin merugi. (adv)
Wartawan Area Kabupaten Pati






