Mitrapost.com – Meski menjelang Ramadan, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengaku pihaknya belum merencanakan adanya penghentian ekspor kelapa lantaran harganya yang masih bagus hingga saat ini.
Bahkan, tren harga bagus pada kelapa tidak hanya terjadi tahun ini, melainkan juga pada saat masa Lebaran di tahun sebelumnya.
“Kan kelapa bagus harganya kan, ini saya ngomong bukan mahal harga ya, tapi kelapa bagus harganya kan. Bagus bukan (hanya) sekarang, Lebaran yang lalu juga harganya bagus,” jelas Sudaryono, dikutip dari Detik Finance, Kamis (15/01/2026).
Sementara, bagusnya harga kelapa ini disebut oleh Sudaryono dapat menguntungkan bagi petani, khususnya yang sebagian besar ditanam sendiri secara langsung oleh masyarakat setempat.
“Jadi sebagian besar, hampir semua orang yang menanam kelapa itu kan rakyat. Jadi ya biarkan lah rakyat juga menikmati, iya kan menikmati hasil panen kelapanya dengan harga yang bagus,” katanya.
Oleh sebab itu, dirinya menyebut bahwa penghentian ekspor kelapa sejauh ini belum direncanakan.
“Sementara belum ada,” ucapnya.
Perlu diketahui, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sempat merencanakan moratorium ekspor kelapa bulat lantaran harganya yang melonjak cukup tinggi. Rencana penerapan yang dilakukan selama enam bulan ini berdasar pada penstabilan pasokan domestik.
Mengingat kelangkaan bahan baku yang telah berdampak pada keberlangsungan aktivitas industri dan pengurangan tenaga kerja, penghentian tersebut dinilai perlu guna menerapkan kebijakan tata kelola kelapa.
“Pada rapat-rapat koordinasi bersama kementerian/lembaga, kami mengusulkan penerapan moratorium ekspor kelapa bulat sebagai solusi jangka pendek (3-6 bulan) guna menstabilkan pasokan domestik,” ucap Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika. (*)

Redaksi Mitrapost.com






