Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelonjakan tajam mencapai 4,42% atau 308 poin ke level 7.279,21 pada penutupan perdagangan Rabu, 8 April 2026, didorong oleh sentimen positif gencatan senjata di Timur Tengah yang membuat seluruh sektor hijau.
Untuk Jumat 10 April 2026, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan bias stabilisasi, dengan peluang rebound teknikal terbatas pada saham-saham yang sebelumnya mengalami tekanan namun masih memiliki minat transaksi tinggi.
BRPT – PT Barito Pacific Tbk
Dalam kondisi pasar konsolidatif, saham dengan peningkatan volume seperti BRPT cenderung melanjutkan pergerakan teknikal ringan, meskipun tidak agresif. Hal ini menjadikan saham ini menutup perdagangannya pada Rp1.765.
Lantaran BRPT menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi dan pergerakan harga yang lebih hidup dibanding hari-hari sebelumnya, saham ini diproyeksikan bergerak dalam level kisaran Rp1.779 — Rp1.804.
MEDC – PT Medco Energi Internasional Tbk
Saham MEDC mencerminkan salah satu pelaku sektor energi yang mulai mendapatkan kembali perhatian setelah tekanan sebelumnya. Pergerakan harga yang relatif aktif menunjukkan adanya minat beli bertahap, terutama dalam kondisi pasar yang mulai stabil.
Meski sempat menutup perdagangannya pada angka Rp1.555, saham MEDC diproyeksikan mengalami pergerakan di level Rp1.567 — Rp1.594.
TINS – PT Timah Tbk
Saham ini menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan setelah sejumlah waktu lalu berada pada fase tekanan dengan penutupan perdagangannya di angka Rp3.800.
Dalam kondisi pasar yang tidak agresif, saham berbasis komoditas seperti ini sering mengalami rebound teknikal yang lebih cepat dibanding saham defensif. Oleh sebab itu, saham ini diproyeksikan mengalami kenaikan di angka Rp3.900 — Rp3.906.
EXCL – PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk
Salah satu saham telekomunikasi ini tercatat mulai menunjukkan stabilisasi dengan pergerakan harga yang lebih konsisten. Dalam fase pasar yang selektif, saham ini sering menjadi alternatif karena valuasi relatif lebih menarik dan ruang kenaikan teknikal masih terbuka.
Meski sempat menutup perdagangannya pada angka Rp3.120, saham ini diproyeksikan mengalami pergerakan di level Rp3.142 — Rp3.182.
INCO – PT Vale Indonesia Tbk
Lantaran memiliki sensitivitas terhadap pergerakan harga nikel global, saham ini sempat menutup perdagangannya di angka Rp6.200.
Aktivitas perdagangan yang meningkat menunjukkan adanya akumulasi bertahap, sehingga berpotensi melanjutkan penguatan ringan dalam kondisi pasar yang mulai stabil. Oleh sebab itu, saham ini diproyeksikan berada dalam kisaran Rp6.250 — Rp6.343. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com




