Mitrapost.com – Pemerintah mengkaji perubahan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita. Hal itu lantaran selama tiga tahun terakhir belum ada penyesuaian harga yang dilakukan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko), Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih meminta perhitungan komprehensif sebelum keputusan diambil.
“Ini Minyakita memang lama tidak ada penyesuaian. Tadi Mendag [Budi Santoso] mengusulkan penyesuaian, tetapi saya minta dihitung dulu, minta BPKP [Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan] dan beberapa instansi terkait untuk menghitung bareng-bareng nanti baru kami rapat secara khusus. Jadi Minyakita tidak ada perubahan harga,” ujarnya dilansir dari Bisnis.com.
Selain penyesuaian harga, pihaknya juga berencana mengubah skema bantuan pangan agar tidak mengganggu pasokan Minyakita.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan bahwa HET akan disesuaikan dengan mempertimbangkan biaya produksi dan distribusi terbaru. HET Minyakita sendiri saat ini di harga Rp15.700 per liter.
“Kita lihat kan itu sudah lama kan. Tahun berapa itu? Sudah 3 tahun lebih ya, 15.700 [HET Minyakita]. Kan semua harus disesuaikan,” ujarnya.
Besaran potensi kenaikan belum dihitung. Karena saat ini masih dalam kajian.
“Belum, nanti kami kaji. Ya nanti, kan dari hasil rapat tadi kami akan kaji, kami hitung lagi. Kami hitung bareng-bareng,” ujarnya.
Penyesuaian HET Minyakita ini akan dilakukan dalam waktu dekat dengan mempertimbangkan evaluasi HET termasuk harga minyak sawit mentah, biaya kemasan, distribusi.
“Karena kan HET [Minyakita] terakhir itu tahun 2024. Ya kita bisa bandingkan lah waktu itu harga CPO-nya berapa, sekarang harga CPO-nya berapa. Itu kita lihat, kita kaji,” ujarnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com
