Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau atau menguat +25.97 poin (+0.36%) di level 7.155,46 pada pembukaan perdagangan hari ini Senin (27/4/2026) pukul 09:51 WIB.
Market saat ini masih berada di fase jeda sementara dalam tren turun (bearish). Dimana harga bergerak mendatar (sideways/konsolidasi) dalam rentang terbatas sebelum melanjutkan penurunan lebih dalam.
Kondisi ini menandakan tekanan jual masih kuat namun pasar sedang “istirahat” sejenak. Meski begitu, peluang masih ada, namun lebih cocok untuk cocok quick trading (short term).
Berikut ini 5 saham dengan potensi pergerakan harga signifikan pada Selasa, 28 April 2026 besok.
BBNI – Bank Negara Indonesia
BBNI merupakan saham besar dengan pertumbuhan kredit solid dan valuasi lebih murah dibandingkan dengan bank lain.
Hal ini membuat BBNI layak masuk watchlist. Pergerakan BBNI berpotensi mencapai rentang Rp4.000 — Rp4.100 atau naik +5% – 9% dari harga penutupan Jumat (24/4/2026) yang berada di level Rp3.770.
Faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham ini yaitu rebound teknikal setelah koreksi dan rotasi ke sektor perbankan.
Namun investor juga perlu mewaspadai risiko adanya tekanan makro dan saham ini sensitif foreign outflow.
HRTA – Hartadinata Abadi
Bisnis emas merupakan save heaven, ditambah permintaan stabil saat ketidakpastian global, menjadikan HRTA layak dilirik investor.
Pergerakan harga saham ini dipengaruhi kenaikan harga emas. Selain itu, saham defensif saat market turun.
Potensi pergerakan harga HRTA berkisar Rp3.100 — Rp3.300 atau naik +6% – 12% dari harga penutupan Rp2.930 pada Jumat (24/4/2026).
Namun ada risiko likuiditas tidak sebesar big cap dan volatilitas tinggi.
TINS – Timah
Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp4.000 — Rp4.100 atau +5% – 10% dari harga penutupan Rp3.770 pada Jumat (24/4/2026).
Secara fundamental, komoditas timah global masih kuat, ditambah permintaan industri. Didukung stabilnya harga logam dan momentum sektor mining.
Namun ada risiko fluktuasi harga komoditas dan ketergantungan ekspor.
ERAA – Erajaya Swasembada
Saham ini bisa masuk watchlist melihat dari distribusi gadget dan kinerja yang didukung konsumsi domestik.
Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp420 — Rp450 atau +5% – 11% dari harga penutupan Rp404 pada Jumat (24/4/2026).
Didukung penjualan gadget meningkat dan momentum retail. Namun ada risiko sensitif daya beli dan margin tipis.
NICL – PAM Mineral
Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp930 — Rp1.000 atau +7% – 15% dari harga penutupan Rp870 pada Jumat (24/4/2026).
Saham dengan exposure ke nikel. Selain itu, sektor EV masih jadi tema besar. Didukung harga nikel dan spekulasi sektor baterai.
Namun ada risiko high risk (saham volatil) dan bergantung sentimen global. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






