Mitrapost.com – Awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Senin (11/5/2026) ke level 6.958,94 atau turun 0,14 persen.
IHSG terus menunjukkan pelemahan hingga semenit berjelan ke level 6.957 atau kembali turun 0,17 persen.
Meski begitu, market masih dipenuhi dengan volatilitas yang tinggi dan rotasi sektor cepat. Artinya, IHSG bergerak naik turun cepat tanpa tren kuat yang benar-benar stabil. Kondisi ini dapat menjadi peluang untuk melakukan scalping jangka pendek.
Berikut saham yang dinilai potensial untuk strategi scalping hari ini!
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk — BMRI
Saham ini cocok untuk scalping karena menjadi penopang besar IHSG dan saham ini juga mendapat perhatian dari asing.
Likuiditasnya tinggi sehingga spread tipis dan memudahkan keluar-masuk posisi. Momentum sektor perbankan dinilai masih relatif kuat dibandingkan dengan sektor lain yang sedang tertekan.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk — MDKA
Saham ini mengalami koreksi lebih dari 10 persen karena adanya sentimen royalti minerba baru. Volatilitas intraday meningkat drastis karena volume transaksi melonjak besar.
Ada potensi terjadi technical rebound dan short covering cepat. Sehingga saham ini cocok untuk trader agresif pemburu rebound cepat.
- PT Timah Tbk — TINS
Saham ini menjadi salah satu saham tambang yang paling volatile usai anjlok hampir 15 persen. Adanya sentimen negatif justru memicu pergerakan cepat dua arah.
Volume dan antrean bid-offer sangat aktif. Saham ini ideal untuk strategi one day trading dengan momentum tinggi.
- PT Petrosea Tbk — PTRO
PTRO termasuk saham energi yang terkena tekanan besar akibat isu royalti minerba. Karakter saham high beta membuat range harian lebar. Sering mengalami rebound intraday setelah panic selling. Menarik untuk quick trade saat volatilitas tinggi.
- PT Aneka Tambang Tbk — ANTM
Saham ini bergerak sangat aktif saat ada sentimen royalti nikel. Tetap menjadi saham favorit trader karena likuiditas besar dan sensitif terhadap harga komoditas.
Ada potensi technical rebound cukup tinggi setelah tekanan jual besar. Cocok untuk scalping momentum sektor tambang dan nikel. (*)

Redaksi Mitrapost.com






