Mitrapost.com – Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) mengungkap alasan terkait tertundanya proyek pembangunan kembali Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebayoran Lama Selatan 09, sejak dilaporkan roboh pada November 2024.
Dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta mengatakan bahwa tertundanya proyek yang ada di kawasan Tanah Kusir, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, itu didasarkan oleh adanya keterbatasan anggaran.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyebut jika SDN Kebayoran Lama Selatan 09 sebenarnya memiliki Detailed Engineering Design (DED) pada 2025 yang berisi gambar kerja, spesifikasi material, perhitungan struktur, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kemudian, dokumen teknis tersebut semula telah dimasukkan ke dalam program rehabilitasi total dengan skema multiyears Tahun Anggaran 2026–2027.
“Sekolah tersebut telah memiliki dokumen perencanaan (DED) tahun 2025, dimana sebelumnya masuk dalam rencana program rehabilitasi total multiyears Tahun Anggaran 2026–2027,” ujar Chico, dikutip dari IDN Times, Selasa (21/07/2026).
Namun, keterbatasan anggaran membuat penyesuaian jumlah sekolah yang dapat dibangun menjadi berkurang, dari yang semula 22 lokasi menjadi hanya tujuh lokasi.
“Seiring dengan adanya penyesuaian anggaran, jumlah lokasi yang dapat dibangun mengalami perubahan dari 22 menjadi 7 lokasi, dengan skema multiyears 2026–2027,” katanya.
Oleh sebab itu, Chico mengatakan jika pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan kembali melakukan pengajuan usulan terkait dengan pembangunan sejumlah sekolah yang belum dapat direalisasikan pada tahap ini, termasuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09.
Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa layanan pendidikan bagi sebanyak 274 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap menjadi prioritas, terlihat dari mereka yang masih menjalani kegiatan belajar mengajar dengan cara menumpang di gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 11.
“Kegiatan belajar mengajar SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap berlangsung dengan mengoptimalkan penggunaan gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 11 sebagai lokasi belajar, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






