Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis ke level 6.234,29 pada sesi pertama Senin, 3 Agustus 2026, dengan penurunan 1,83 poin atau 0,03% setelah tertekan oleh data defisit neraca perdagangan.
Untuk perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam pola sideways dengan kecenderungan menguat terbatas apabila tekanan jual mereda pada sesi berikutnya. Sejumlah saham dengan katalis sektoral dan likuiditas tinggi berpeluang menjadi pilihan utama.
BMRI – PT Bank Mandiri Tbk
Diketahui, BMRI tetap menjadi salah satu pilihan utama karena sektor perbankan masih menjadi acuan pergerakan IHSG, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp4.160. Koreksi ringan pada sesi sebelumnya berpotensi membuka ruang pemulihan apabila minat beli kembali meningkat.
Fundamental perseroan yang solid, pertumbuhan kredit yang konsisten, serta likuiditas transaksi yang tinggi menjadikan saham BMRI relatif menarik untuk memanfaatkan peluang technical rebound, dengan kisaran Rp4.202 – Rp4.285.
TINS – PT Timah Tbk
Diketahui, saham TINS masih memperoleh dukungan dari prospek harga timah global yang relatif stabil serta meningkatnya perhatian investor terhadap sektor logam, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.770.
Ketika pasar bergerak hati-hati, saham berbasis komoditas sering kali menunjukkan ketahanan lebih baik dibanding sektor siklikal lainnya. Selama harga komoditas tidak mengalami koreksi tajam, peluang penguatan masih terbuka, dengan kisaran Rp3.815 — Rp3.883.
PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk
Diketahui, PGAS berpotensi melanjutkan pergerakan positif karena sektor energi masih mendapat perhatian di tengah volatilitas pasar, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.510.
Permintaan gas domestik yang stabil dan posisi perusahaan sebagai pemain utama di industri distribusi gas memberikan dukungan terhadap prospek jangka pendek. Dari sisi teknikal, pelemahan terbatas sebelumnya juga membuka peluang pemantulan harga dengan kisaran Rp1.530 – Rp1.570.
KLBF – PT Kalbe Farma Tbk
Diketahui, KLBF menjadi salah satu pilihan defensif ketika pasar belum memiliki arah yang kuat, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp725.
Stabilitas pendapatan, arus kas yang sehat, dan karakter bisnis yang tidak terlalu sensitif terhadap siklus ekonomi membuat saham ini berpotensi menjadi tujuan rotasi dana investor yang mengurangi eksposur terhadap saham berisiko tinggi, dengan kisaran Rp730 — Rp741.
AKRA – PT AKR Corporindo Tbk
Diketahui, AKRA memiliki peluang bergerak positif berkat kombinasi bisnis distribusi energi yang stabil dan kontribusi kawasan industri yang terus berkembang, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.445.
Saham ini cenderung mampu menjaga kinerja ketika volatilitas pasar meningkat karena didukung pendapatan yang lebih terdiversifikasi. Dengan likuiditas yang baik, AKRA berpotensi menarik minat investor institusi apabila IHSG mulai pulih dengan kisaran Rp1.500 – Rp4.550. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






