oleh

Kemenag Rembang Akan Awasi Secara Ketat Pelaksanaan Kurban

Rembang, Mitrapost.com Kementrian Agama Kabupaten Rembang akan melakukan pengawasan selama mempersiapkan Hari Raya Idul Adha, khususnya saat penyembelihan dan pendistribusian daging kurban.

Kasi Bimas Islam Kemenag Rembang Ali Muhyidin menyampaikan bahwa pihaknya dan berbagai dinas terkait telah melakukan beberapa antisipasi selama pelaksanaan Idul Adha. Salah satunya bekerjasama dengan gugus tugas dalam melakukan pemantauan langsung di lapangan.

“(Nanti) ada tim gugus tugas yang memantau di semua daerah dengan tingkatannya,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (24/7/2020).

Selain itu, beberapa dokter hewan dari Dinas Perternakan juga akan membantu dengan memantau penyembelihan. “Saat penyembelihan hewan juga ada tim dokter hewan,” tuturnya.

Sedangkan dari pihak Kemenag Rembang, Ali Muhyidin mengatakan memantau jalannya penyembelihan melalui takmir. “Kita hanya memantau takmirnya. Bagaimana menyembelih secara syar’i.”

Baca juga: Kemenag Rembang Mengimbau Masjid Penuhi Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Melalui pemantauan terhadap takmir pula, Kemenag Rembang berharap protokol juga dilaksanakan.  “Memang setiap pengurus memang melakukan kebijakan masing-masing.  Harapannya saat pandemi seperti ini pembagian tidak untel-untelan. ”

Namun tetap tidak menutup kemungkinan pelanggaran di lapangan tetap saja ada.  Seperti rombongan masyarakat yang tidak diprediksi sebelumnya. “Setiap tahun selalu ada-ada saja, ada masyarakat yang belum terdata datang berduyun-duyun.”

Akan tetapi hal itu sudah dapat diantisipasi dengan penggunaan pagar pembatas dan satir yang sudah disiapkan para takmir. Selain itu sarana prasarana juga telah didistribusikan untuk mendukung pelaksanaan penyembelihan agar sesuai protokol kesehatan.

“Awal terjadinya covid sudah terdistribusi, mulai dari sarana cuci tangan dan handsanitizer.  Sudah berjalan.”

Ali Muhyidin menyebut bantuan pemenuhan sapras yang telah didistribusikan tersebut ada 270 box handsanitizer yang disalurkan ke masjid-masjid.  “Harapannya tidak ada klaster baru.  Insyallah karena sekarang masjid sudah punya filter untuk masuk,” tandasnya.  (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed