oleh

4 Saksi Mangkir Pemeriksaan Kasus Perumahan di Rembang

Rembang, Mitrapost.com – Sebanyak 4 orang saksi mangkir saat dipanggil untuk dimintai keterangan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perumahan Bumi Rembang Asri 2 yang berada di Desa Turusgede Kecamatan Kota Rembang.

Kasatreskrim Polres Rembang, AKP Bambang Sugito menjelaskan, ada sebanyak 7 orang yang dipanggil untuk pemeriksaan. Seluruhnya berstatus sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Baca juga: Setahun Tak Dapat Kejelasan, Puluhan Konsumen Perumahan di Rembang Lapor Polisi

“3 orang sudah diperiksa sebagai saksi, 4 orang belum hadir. Kami layangkan panggilan kedua setelah pada panggilan pertama tidak ada jawaban,” terang Bambang dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Rabu (25/11/2020).

Bambang menjelaskan, mereka yang dipanggil untuk diperiksa di antaranya pelapor, staf pemasaran dan terlapor berinisial RT.

“Rencananya Kamis kita sudah selesai lakukan Gelar Perkara, akan kami informasikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Baca juga: Video : Pemkab Rembang Kembali Kirim Bantuan Korban Banjir di Cilacap

Terpisah, Bambang Wahyu Widodo koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) mendorong agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Sebab, telah mengakibatkan kerugian hingga puluhan orang dengan nominal yang cukup besar.

“Saya kemarin didatangi oleh beberapa orang yang merasa tertipu karena telah menyerahkan sejumlah uang sebagai tanda jadi pembelian perumahan ini. Namun kemudian tidak ada kabar hingga sejauh ini,” terang Bambang.

Baca juga: Pemkab Rembang Kirim Bantuan Korban Banjir di Cilacap

Ia mendorong segera tuntasnya kasus tersebut sebab sempat mencatut sosok pejabat Rembang. Menurut Bambang, berdasarkan kesaksian para korban, mereka tergiur untuk membeli unit perumahan setempat karena salah satunya dipromosikan oleh oknum pejabat Rembang.

“Karena kepercayaan mereka atas bujukan pejabat itu, mereka kemudian yakin untuk mengeluarkan uang tersebut. Meskipun realisasinya sampai sekarang tak sampai terima kunci, dan itu sudah ada puluhan orang (korban),” paparnya. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Berita Terkait