oleh

DPRD Berharap Harga Bawang Merah Stabil

Pati, Mitrapost.com – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berharap harga bawang merah di peredaran dapat segera stabil.

Menurut Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, M. Nur Sukarno stabilnya harga bawang merah memberikan dampak positif bagi masyarakat sebagai konsumen dari salah satu bahan bumbu dapur tersebut.

“Sebenarnya petani bawang merah berharap harga bawang merah stabil, sehingga untuk menghitung biaya produksi sudah bisa ditaksir,” ungkapnya saat dihubungi Mitrapost.com, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Dewan Nilai Tingginya Harga Bawang Merah Masih Wajar

Jika harga stabil, maka pemerintah akan lebih mudah mengontrol harga bawang merah ditingkat produsen maupun hingga di tingkat konsumen atau pasaran. Selain itu, jika harga bawang merah stabil maka mempermudah petani untuk menyiapkan kebutuhan modal usaha pertaniannya di masa tanam yang akan datang.

Menurutnya tingginya harga bawang merah disebabkan karena persediaan bawang langka. Kelangkaan ini disebabkan juga akibat adanya penurunan produktivitas tanaman bawang merah.

“Produktivitas tanaman bawang merah menurun disebabkan musim hujan yang tinggi. Sehingga menyebabkan hama dan penyakit mudah menyerang bawang merah,” ujar Sukarno.

Baca juga: Melebar Hingga Jalan, Dewan Pati Butuh Lahan Parkir

Perlu diketahui, harga bawang merah sedang mengalami fluktuasi akibat sedikitnya persediaan bawang di pasaran.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) bawang merah mengalami kelangkaan disebabkan karena produktivitasnya menurun dan akibat minimnya pasokan persediaan akibat terhambatnya distribusi. Sehingga kebutuhan masyarakat tidak mampu tercukupi.

Harga bawang merah ditingkat pasar atau pengecer saat ini menginjak Rp36.000 per kg. Sementara, menurut temuan Anggota Komisi B, ia mendapati pada beberapa minggu yang lalu harganya masih mencapai Rp19.000 per kg. Sementara, harga bawang merah di tingkat petani mencapai Rp25.000 per k.

Untuk harga benih sudah tinggi harganya mencapai Rp40.000 per kg. Ia berharap agar harga segera stabil sehingga tidak membuat petani mengalami kesulitan. (Adv)

Baca juga: 

Berita Terkait