oleh

PPKM Level 4 di Pati, Begini Respons Masyarakat Tentang Makan di Tempat 20 Menit

Pati, Mitrapost.com – Masuk dalam kategori asesmen Level 4 menuntut Kabupaten Pati untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 2 Agustus mendatang. Salah satu aturan dalam program tersebut adalah makan di tempat hanya 20 menit.

Kebijakan tersebut menuai respons dari berbagai pihak baik dari pelaku usaha maupun pengunjung rumah makan dan warung.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Rahayu, pemilik warung makan depan Terminal Kembang Joyo atau Pasar Sleko Pati mengaku sudah tahu aturan itu dari televisi namun belum mendapat sosialisasi dari pihak  terkait manapun terkait anturan makan di tempat 20 menit ini.

Menurutnya, pelanggannya rata-rata makan di tempat kurang dari 20 menit. Artinya aturan ini bisa diberlakukan di tempatnya.

Baca Juga :   TPA Sukoharjo Akan Diperbaiki, Agar Penampungan Sampah Aman

“Terserah aturannya mau dibuat bagaimana. Makan itu nggak sampai 20 menit kok,” kata Rahayu saat ditemui di warungnya, Rabu (28/7/2021).

Rahayu mengaku karena warungnya buka dari subuh hingga hingga siang, ia tak terdampak langsung dengan pemberlakuan PPKM. Namun ia mengakui bahwa omzetnya berkurang sejak pandemi lantaran daya beli masyarakat menurun.

Di sisi lain Budi Prasetyo, seorang sopir di perusahaan swasta di Pati waktu 20 menit yang diterapkan oleh pemerintah menurutnya kurang.

Selama ini, kata dia warung bukan disambangi untuk makan saja melainkan untuk beristirahat. Sehingga sulit jika waktu tersebut digunakan untuk makan dan istirahat.

“Gak cukup Mas, soalnya kalau cuma 20 menit tidak bisa buat bahas masa depan. Kalaupun ada yang mau mengawasi siapa sih?” ujarnya.

Baca Juga :   Dispertan Pati Targetkan 150 Ekor Sapi Tercover AUTS/K

Sementara Joko Santoso, pemilik warung bakso di area lapangan Margorejo yang berjualan dari sore hingga malam mengaku peraturan PPKM sejak awal belum berpihak kepada pelaku usaha yang beroperasi di malam hari.

Ditambah pemberlakuan waktu makan, peraturan ini membuat minat masyarakat untuk keluar rumah makin menurun.

Joko menganggap program PPKM sangat mendampak usahanya. Berbeda dengan saat diberlakukan PSBB sebelumnya ia mengaku masih bisa bertahan.

Pol ajur tenan pendapatan merosot jleg. Biasanya bisa membuat empat kilo sekarang dua kilo saja sudah mendip-mendip,” terang Joko.

Ia berharap setelah 2 Agustus PPKM tak lagi diperpanjang agar masyarakat mau keluar rumah dan membeli dagangannya.(*)

Baca Juga :   Penanganan Covid-19, Rumah Sakit di Pati Overload

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait