oleh

Jelang Musim Hujan, Waspadai Penyakit DBD

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Temanggung, Mitrapost.com – Menjelang musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung meminta masyarakat mewaspadai potensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pada bulan September, di kabupaten Temanggung sudah ditemukan lima kasus penderita DBD. Oleh karena itu, Dinkes Temanggung mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai langkah pencegahan agar terhindar dari DBD.

“Kita harus tetap menjaga kebersihan agar terhindar dari demam berdarah, karena kami menemukan ada lima kasus DBD di Temanggung. Kelima penderita itu sempat dirawat di rumah sakit, dan alhamdulilah sekarang sudah sembuh,” kata Sekretaris Dinkes Temanggung, Dwi Sukarmei (29/9/2021).

Sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah tersebut, dengan menggandeng petugas Puskesmas dan kader desa, Dinkes gencar melakukan sosialisasi gerakan 3M, yakni menguras air di penampungan, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Baca Juga :   News Grafis : Pemkab Temanggung Luncurkan Kawasan Pedesaan Eduwisata Eling Mbansari

“Terkait kondisi cuaca yang belakangan masuk musim hujan, Dinkes gencar melakukan sosialisasi maupun program. Salah satunya melakukan promosi seksi kesehatan kepada masyarakat,” ujar Dwi.

Pihaknya juga terus melakukan monitoring tempat-tempat yang rawan terjadinya DBD. Apabila ditemukan gejala penyakit, akan segera ditangani, karena tenaga kesehatan sudah siaga.

Selain melakukan sosialisasi, Dinkes sudah melakukan penyemprotan di beberapa titik yang terindikasi terjadi DBD di Kecamatan Temanggung.

“Kami sudah melakukan penyemprotan juga di beberapa titik. Penyemprotan dilakukan seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lokasi penderita DBD,” imbuhnya.

Dijelaskan, penyakit demam berdarah disebabkan virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua nyamuk tersebut, menggigit pada pagi hari sampai sore menjelang petang. Gejala umumnya timbul empat hingga tujuh hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari.

Baca Juga :   Emping Melinjo dan Asam Urat, Ini Penjelasannya Menurut Medis

Beberapa gejala demam berdarah, beber Dwi, demam tinggi mencapai 40 derajat celsius, nyeri kepala berat, nyeri pada sendi, otot, dan tulang. Kemudian nyeri pada bagian belakang mata, nafsu makan menurun, mual dan muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam kemerahan sekitar dua hingga lima hari setelah demam.

“Selain itu, kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening, serta pendarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit,” pungkasnya. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar