oleh

Bupati Kudus Lakukan Dialog Bareng PKL

Kudus, Mitrapost.com – Bupati Kudus Hartopo melakukan dialog bersama sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Kudus. Dirinya berkomitmen akan mendengar dan menindaklanjuti segala bentuk masukan serta usulan PKL.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kudus Hartopo didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti. Pihaknya mengajak 30 PKL yang mewakili berbagai lokasi. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Kudus bagian belakang, Jumat (1/10/2021).

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Di situasi saat ini Kudus berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 yang telah melonggarkan aktivitas di tempat terbuka termasuk para PKL maupun pelaku usaha.

Hartopo menyampaikan telah memberikan kelonggaran kepada PKL terutama jam malam. Tujuannya, agar perekonomian cepat pulih, mengingat kasus Covid-19 yang melonjak pada Juni lalu melumpuhkan hampir semua sektor.

Baca Juga :   Video : Penyekatan Perbatasan Pati-Kudus, PPKM Darurat Diperpanjang, RSUD - Mitrapost Sepekan

Pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti pengadaan kartu anggota PKL yang diusulkan oleh PKL. Adanya kartu tersebut diharapkan tidak ada PKL susupan yang tiba-tiba membuka lapak di tempat yang telah dikelola oleh paguyuban PKL.

“Usulan kartu anggota bagus. Akan saya tindaklanjuti. Tapi harus tegas dan tanggung jawab ya kalau ada PKL yang menyusup,” ujar Hartopo.

Di tengah situasi pandemi, pihaknya mengingatkan agar pedagang berkomitmen terus menerapkan protokol kesehatan (prokes). Ia tak mau setelah dilonggarkan malah tidak disiplin prokes.

Selain itu, pedagang juga harus mengingatkan pembeli untuk patuh prokes. Terutama apabila pedagang menjumpai pembeli yang berasal dari luar kota. Apabila masih ditemui pedagang yang melanggar peraturan, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tak segan memberikan teguran keras.

Baca Juga :   Pembangunan Zona Integritas, Pemkab Rembang Wujudkan Sistem Birokrasi Sehat

“Kami sudah memberikan kelonggaran jam malam. Tapi semua pedagang ya harus bertanggung jawab agar protokol kesehatan tetap dijalankan. Biar tidak ada klaster baru,” ucapnya.

Pada masa sekarang, PKL menjadi salah satu sektor terdampak Covid-19. Penutupan beberapa tempat publik nyatanya memberikan dampak yang signifikan bagi PKL, khususnya di Kota Kretek itu. (*)

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait