Pati, Mitrapost.com – Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati menyatakan labelisasi pada rumah keluarga prasejahtera di Pati sepanjang tahun 2022 berkurang.
Pengurangan ini terjadi seiring mundurnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
Lebih detail, Tri tidak bisa menyebutkan berapa jumlah pasti pengurangan labelisasi stiker keluarga miskin tersebut lantaran proses inventarisasi masih berlangsung.
Namun yang jelas pengurangan tersebut bisa dilihat dari angka ratusan KPM yang tidak mengambil bansos PKH-nya.
Dari data tersebut, bisa diketahui berapa orang yang mundur menjadi penerima bansos.
“Stikernya berkurang, bisa dilacak tahun ini ada 594 yang tidak ambil PKH, beberapa mundur. Otomatis ada yang memang di situ stikernya dicabut,” ujar Tri Haryumi kepada Mitrapost.com kemarin.
Pemasangan stiker sendiri, jelas dia, merupakan salah satu upaya untuk menggugah kesadaran masyarakat bahwa penerima bansos tersebut sebagai keluarga kurang mampu.
Disisi lain jelas Tri masih banyak KPM PKH baru yang belum ditempeli stiker lantaran proses administrasinya belum lengkap.
Tidak lengkapnya administrasi juga berimplikasi kepada tidak terbitnya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan untuk transfer pencairan PKH.
Ia mengharapkan masyarakat sekitar proaktif membantu tetangga yang tidak mampu menyelesaikan administratif agar mendapatkan bansos sesuai haknya. Bisa dibantu datang ke kantor Dinsos atau ke kantor pemerintah desa setempat.
“Penerima Bansos yang tidak tahu harus lapor. Pengaduan harus ada. Sehingga membantu kami menyelesaikan hal yang tidak diketahui.Kalau tidak ada yang mengadu kita ga tahu,” minta Tri. (*)
Wartawan Area Kabupaten Pati





