Pati, Mitrapost.com – Puluhan warga yang tergabung dalam Sukolilo Bangkit menggruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati pada Senin (28/4/2025). Mereka menuntut agar tambang ditutup.
Koordinator aksi Sukolilo Bangkit, Slamet Riyanto menyatakan bahwa kedatangannya ke kantor DPRD Kabupaten Pati karena dapat undangan audiensi.
“Kami bersama teman-teman dan warga yang terdampak atas penambangan ilegal datang ke sini karena dapat undangan. Sebab seminggu yang lalu kami mengajukan surat untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Ia mengaku, masyarakat meminta tambang yang punya izin maupun ilegal di Sukolilo agar ditutup oleh pemerintah. Pasalnya, dampak yang diakibatkan adanya tambang sangatlah banyak.
“Ya, secepatnya agar ditutup. Kami sudah melaporkan ini ke Polresta Pati, dan ini sudah naik ke unit 4 Sat Reskrim, dan hingga kini belum ada tindakan,” jelasnya.
Nanti saat ketemu anggota dewan, Slamet akan menyampaikan aspirasi masyarakat soal permintaan tambang ditutup.
“Jelas-jelas, adanya tambang ini lebih banyak mudharat nya (kerugian) daripada manfaatnya,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa ada belasan tambang ilegal yang saat ini berada di Sukolilo. Sedangkan yang mempunyai izin hanya dua tambang saja.
“Berizin maupun tidak berizin sama-sama merusak. Selama ini tidak ada reboisasi ataupun penanaman kembali. Mereka membiarkan lahan tersebut,” paparnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com



