Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 56.06 poin atau 0.91% setelah libur panjang di level 6.183,44 (rebound) pada Selasa (2/6/2026) terakhir update 09.39 WIB.
Fase rebound yang ditandai dengan zona hijau dapat diartikan bahwa pasar sedang berada dalam kondisi aman dan positif untuk dapat melakukan pembelian saham (trading). Sementara, salah satu metode trading saham yang digunakan oleh trader adalah scalping.
Scalping saham merupakan strategi trading berjangka pendek yang ditujukan pengambilan keuntungan skala kecil namun cepat, berdasar pada pergerakan harga saham di hari yang sama.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh trader (orang yang melakukan trading) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu berupa cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
- PT Chandra Asri Pacific Tbk — TPIA
Saham ini termasuk saham berkapitalisasi besar dengan karakter pergerakan agresif saat IHSG volatil. Saham ini sensitif terhadap sentimen energi, petrokimia, dan pergerakan harga minyak global.
Selain itu, saham ini juga sering mengalami lonjakan volume saat terjadi rotasi dana ke saham-saham konglomerasi. TPIA cocok untuk memanfaatkan momentum intraday dan technical rebound.
- PT Bank Central Asia Tbk — BBCA
BBCA memiliki likuiditas sangat tinggi dengan spread yang relatif tipis. Saham ini menjadi salah satu saham favorit investor asing sehingga pergerakan intraday cukup aktif.
Saham ini sering menjadi penggerak arah IHSG dan memberikan peluang trading jangka pendek yang konsisten. BBCA akan cocok untuk scalping dengan risiko relatif lebih terukur.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk — BBRI
Saham ini memiliki volume transaksi harian sangat besar dan menjadi salah satu saham paling likuid di BEI. Pergerakan harga aktif mengikuti arus dana asing dan sentimen sektor perbankan.
BBRI juga memiliki range harian yang cukup menarik untuk strategi buy-sell cepat. Saham ini menjadi favorit trader harian yang mengandalkan momentum volume.
- PT Aneka Tambang Tbk — ANTM
ANTM sensitif terhadap pergerakan harga nikel, emas, dan sentimen komoditas global. Volatilitas sektor tambang masih tinggi sehingga peluang profit intraday cukup besar. Likuiditas kuat dan sering menjadi pusat perhatian trader retail maupun institusi. Saham ini menarik untuk strategi momentum dan technical rebound.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk — BMRI
Saham BMRI merupakan saham perbankan besar dengan aktivitas transaksi yang tinggi. BMRI seringkali menjadi target akumulasi maupun distribusi asing sehingga menghasilkan pergerakan cepat intraday.
Saham ini memiliki volatilitas yang lebih agresif dibanding beberapa saham bank besar lainnya. BMRI akan cocok untuk trader yang mencari kombinasi likuiditas dan volatilitas. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





