Mitrapost.com – Ledakan besar terjadi di sebuah rumah mewah kawasan Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (20/7/2026). Akibat kejadian tersebut, rumah mewah tiga tingkat tersebut hancur. Tujuh rumah lainnya yang berada di sekitarnya juga ikut terdampak karena terkena material ledakan. Rumah di sekitarnya ada yang retak dindingnya, kaca pecah, hingga kanopinya ada yang roboh.
Selain itu, peristiwa ini menyebabkan satu korban tewas dan dua korban lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A, Medan Hery Marantika mengatakan bahwa ada 15 personel yang diterjunkan. Pihaknya juga menggunakan alat Urban Search and Rescue (USAR) untuk mendukung pencarian dan evakuasi.
“Ada 15 personel kami turunkan. Di lokasi kami berkoordinasi dengan Brimob Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Pencarian dilakukan dengan membagi tiga tim. Tim pertama melakukan pencarian dengan drone thermal.
Tim kedua dengan metode Area Search Rescue (ASR) 1 melalui sektorisasi area serta identifikasi potensi bahaya di sekitar lokasi. Tim ketiga melakukan pencarian cepat di titik prioritas menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses menuju lokasi yang diduga menjadi posisi korban.
“Data sementara, ada 7 orang yang berada di lokasi saat kejadian. Ada 4 orang selamat, yaitu sopir, Jeavelin, Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir,” ujarnya.
“Saat ini terdapat satu korban meninggal dunia yang telah ditemukan, namun untuk data korban yang ditemukan masih akan dipastikan,” lanjutnya.
Satu korban yang meninggal dunia telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Sedangkan dua korban yang masih dalam pencarian diduga ada di bawah reruntuhan.
“Masih ada dua orang korban yang dicari, yang diduga masih berada di bawah reruntuhan bangunan,” paparnya.
Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan bahwa ledakan besar tersebut diduga karena ada kebocoran pipa gas. Namun hal itu masih dugaan awal.
“Dari hasil investigasi awal dan sekarang ini masih berlangsung hasil investigasinya, yaitu adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah. Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ. Namun, ini dugaan baru investigasi awal,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com




