Mitrapost.com – Pemerintah Republik Indonesia (RI) mulai melakukan percepatan terkait dengan pembukaan sebanyak 13.000 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah siap dioperasikan sebagai penunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam hal ini, di antara sebanyak 13.000 titik tersebut akan dibuka dengan prioritas wilayah yang tercatat memiliki prevalensi stunting tinggi, khususnya di kawasan Papua Pegunungan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa pembukaan SPPG di wilayah tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan. Sementara itu, pembukaan di wilayah lainnya membutuhkan waktu hingga dua bulan.
Melansir dari CNBC Indonesia, pemetakan dua wilayah tersebut berdasar pada penggambaran yang dilakukan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
“Kalau di peta itu daerah merah, itu prioritas. Misalnya ya, Papua Pegunungan, NTT, Papua-Papua dan NTT. Nah ini kita akan selesaikan sebulan ini,” ujar Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, dikutip Kamis (30/07/2026).
Meski demikian, Zulhas juga mengatakan bahwa tidak seluruh 13.000 titik SPPG tersebut akan dilakukan pembukaan secara bersamaan, melainkan secara bertahap dengan mendahulukan daerah prioritas.
“Dari 13.000 itu sebagian artinya. Nah sebagian besar, itu kita perlu waktu dua bulan. Itu ada di Sumatra, ada di Jawa, ya. 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) juga namanya, yang 13.000 tadi,” jelasnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta. (*)

Redaksi Mitrapost.com




