oleh

Tanamkan Pendidikan demi Kemajuan, Gadis Ini Ingin Jadi Guru Sedulur Sikep

Pati, Mitrapost.com Pendidikan merupakan salah satu dasar untuk membangun peradaban. Seperti halnya Negeri Sakura yang saat ini menjadi negara maju karena pendidikan penduduknya.

Setelah Jepang porak-poranda dibom sekutu, pemerintahnya mengumpulkan guru-guru yang tersisa. Mereka membangun dasar terlebih dahulu, pendidikan. Dan sekarang Jepang menjadi salah satu kekuatan di dunia.

Hal tersebut disadari betul oleh Fenti Kumala Sari (20). “Pendidikan itu sangat penting karena banyak orang sukses berlatar belakang dari pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Karena pendidikan dapat mengantarkan generasi bangsa menuju peradaban yang nyata,” ungkap gadis yang akrab dipanggil Fenti ini.

Maka dari itu, gadis yang lahir di Bumi Mina Tani ini ingin menjadi guru. Impian ini diwujudkan dengan melanjutkan studi di universitas keguruan di Kota Semarang.

Baca juga: Mengenal Kukuh, Pegiat Tinju Kebanggaan Pati

Selepas lulus di perguruan tinggi nanti, ia ingin mendidik anak-anak, terutama anak-anak di sekitar lingkungannya.

“Masih banyak anak-anak yang belum sekolah dan kesadaran orang tua akan pendidikan masih rendah. Dan mayoritas usia 17 tahun sudah menikah,” ujar gadis berzodiak Virgo ini.

Gadis yang beralamat di Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo, Pati ini ingin mendidik anak-anak penganut Sedulur Sikep. Mereka adalah kelompok masyarakat yang berusaha menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai dengan Ajaran Samin dimana mereka lebih mengedepankan pengetahuan lokal dan interaksi antara manusia dengan alam.

Fenti tergugah setelah melihat kebanyakan masyarakatnya menganut kepercayaan Sedulur Sikep ini tidak memperhatikan pendidikan. Khususnya pendidikan formal.

“Saya mulai tergugah dan meluruskan niat untuk melanjutkan kuliah sebagai tenaga pendidik. Bahwa tenaga pendidik itu sangat penting untuk mencetak  generasi penerus bangsa yang berilmu dan beradab,” kata mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi ini.

Baca juga: Sowan ke Habib Lutfi, Ganjar Bahas Persoalan Bangsa

Gadis yang beberapa kali menjuarai kompetisi olah raga ini sebelumnya pernah berupaya mengumpulkan anak-anak Samin untuk diajari berbagai pendidikan.

“Sebelum saya lulus SMA, saya berkeinginan besar belajar bersama dengan adik-adik di sekitar rumah. Kurang lebih ada 20 anak yang terkumpul dan notabene mayoritas belum pernah mengenyam pendidikan. Baik TK, SD dan SMP,” beber Alumnus SMA PGRI 2 Kayen ini.

Di saat pandemi Covid-19 ini, di samping sibuk kuliah virtual, ia membuka bimbingan belajar untuk masyarakat sekitar di kediamannya secara gratis. Minimal 2 kali seminggu ia membimbing anak-anak untuk belajar. (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Komentar

News Feed