Menurut penjelasannya, APBN memberikan subsidi premi sebesar 20%. Sejauh ini data luasan lahan yang sudah masuk mencapai 426 hektare. Sedangkan, AUTP yang dianggarkan dari APBD subsidi preminya sebesar 100% . Sejauh ini data luasan lahan yang masuk mencapai 234,87 hektare.
Di sisi lain, pihak Dispertan mengalami kendala dalam memetakan lahan yang cocok untuk diberikan jaminan asuransi. Lantaran ada banyak lahan pertanian di Kabupaten Pati yang berpotensi mengalami banjir tahunan.
“Lahan yang sering mengalami banjir tahunan kerugiannya tidak bisa dicover oleh asuransi. Hal ini karna pihak asuransi tidak mau rugi,” pungkasnya. (*)
Baca juga:
- Diskusi Interaktif, HKTI Ajak Dispertan Bahas Persoalan Pertanian di Rembang
- Pupuk Subsidi Tinggal 20 Persen, Dispertan Pati Minta Petani Buat Pupuk Organik
- Video : Diskusi Interaktif, HKTI Ajak Dispertan Bahas Persoalan Pertanian di Rembang
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Atik Zuliati






