oleh

Pemudik Bandel ke Kota Pekalongan, Dipaksa Putar Balik

Pekalongan, Mitrapost.com Kapolres Pekalongan Kota melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Pekalongan Kota, Nanik Purwaningsih menegaskan para warga yang nekat mudik akan diminta putar balik

Ketentuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Kapolda Jawa Tengah mengenai pemberlakuan Operasi Ketupat Candi mulai 6 Mei 2021- 17 Mei 2021. Razia tersebut menyasar masyarakat yang tetap nekat melanggar larangan mudik Idulfitri 1442 Hijriah.

BPKAD Pati

“Sasaran dalam operasi tersebut adalah para pemudik dari luar daerah yang akan masuk ke wilayah Kota Pekalongan. Jika ada mereka yang nekat melakukan mudik akan kami paksa untuk kembali putar balik dari arah semula.”

“Penempatan petugas atau personel, kami tempatkan di perbatasan dan titik strategis untuk mengawasi mereka yang nekat mudik,” tegas Kasatlantas Anik.

Baca juga: Penyekatan Kendaraan di Temanggung, Pemudik Diminta Tes Antigen

Selain larangan mudik, Anik menambahkan, aparat juga mengedukasi masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker saat berada di luar rumah agar terhindar dari potensi penyebaran Covid-19.

Jajaran Polres Pekalongan Kota bersama instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan tetap akan melakukan penyekatan secara tentatif di beberapa titik pos yang disiapkan, salah satunya di Exit Tol Setono Pekalongan.

Penyekatan merupakan upaya mendeteksi perantau yang nekat mudik lebih awal. Upaya tersebut dilakukan kendati arus mudik di Kota Pekalongan saat ini belum terlalu padat dan wilayah Kota Pekalongan tidak termasuk 14 titik posko penyekatan dari Polda Jateng,

“Dalam pelaksanaan penyekatan, kami akan periksa satu persatu kendaraan berplat nomor luar daerah Kota Pekalongan. Selain memeriksa surat-surat, petugas juga akan mengecek kondisi kesehatan pengemudi serta penumpangnya, di antaranya cek suhu tubuh maupun melakukan tes rapid antigen,” bebernya.

Baca juga: Dinkes Akan Lakukan Pendataan Bagi Warga yang Nekat Mudik

Apabila ada penumpang atau pengemudi yang dinyatakan terkonfirmasi positif dari tes rapid tersebut, mereka akan dirujuk untuk dirawat atau diisolasi ke rumah sakit terdekat.

Sebagai informasi, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) telah mengeluarkan Adendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

Isinya tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

Baca juga: Dampak Larangan Mudik, Pengusaha Angkutan Penumpang Rugi

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

 

Tentang Penulis: Aziz Afifi

Gambar Gravatar
Wartawan Mitrapost.com Area Rembang dan Blora

Komentar

Berita Terkait