oleh

Pedoman Memilih Pasangan Hidup

Mitrapost.comPedoman memilih pasangan hidup yang akan dinikahi perlu diketahui bagi kaum pujangga yang masih menentukan calon pasangan hidup. Jika dilihat menentukan jodoh tanpa kriteria sangat mudah, karena hanya memperhatikan hasrat seksual terpenuh. Namun jika para pujangga memikirkan lebih jauh mengeni pasangan hidup atau jodoh maka kan kesulitan memilih pasangan yang sesuai, karena pada dasarnya pasangan hidup akan menemani sampai akhir hayat.

Rasulullah SAW memeringatkan umatnya agar berhati-hati dalam memilih jodoh dan tidak sembarangan.

Diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Maka Hendaklah memilih istri yang beragama (Islam) dan berbudi pekerti (yang baik) agar kedua tanganmu (dirimu) selamat. (HR Al Bazzar dan Ibnu Hibban).

Baca Juga :   Doa Agar Bisa Move On dari Mantan

Rasulullah SAW tersebut bertujuan agar dalam perkawinan tidak hanya mencari kepentingan-kepentingan yang bersifat fisik semata, tetapi terlebih dulu memperhatikan persyaratan keagamaannya. Berkenaan dengan agama yang pertama diperhatikan dapat membimbing akal dan jiwa untuk beperilaku sabar dan mengetahui tanggung jawab untuk menjaga diri sesuai dengan ajaran agama masing-masing.

Masyarakat Jawa sering menyebut bobot bebet, bibit menjadi pertimbangan orang tua untuk menentukan jodoh anaknya.

Bobot kriteria berdasarkan ekonomi, dan Bebet penentuan kriteria pasangan calon berdasarkan status sosial.

Rasulullah SAW mengajarkan cara memilih pasangan yang ideal:

  1. Perempuan amanah

مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ

عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِه

Artinya: ”Tidak ada keberuntungan bagi seorang mukmin setelah bertaqwa kepada Allah kecuali memiliki seorang istri yang sholihah. Yang bila disuruh, menurut dan bila di pandang menyenangkan, dan bila janji menepati, dan bila ditinggal pergi bisa menjaga diri dan harta suaminya.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Sebelum mempunyai hubungan lebih jauh, sangat penting untuk menelisik lebih jauh mengenai latar belakang calon pasangan agar tercipta hubungan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga :   Resep Smoothies Segar dan Mengenyangkan

عن أبي هريرة قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إذا أتاكم من ترضون خلقه و دينه فانكحوه إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض . رواه الحاكم وقال هذا حديث صحيح الإسناد و لم يخرجاه

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila datang kepada kalian siapa yang kalian ridhai akhlak dan agama nya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan menjadi fitnah dan muka bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Al-Hakim – sanadnya shahih).

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Komentar

Berita Terkait