oleh

Sensus Penduduk Tahap 2 di Kudus Terancam Dindur karena Wabah Covid-19

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.comPelaksanaan sensus penduduk tahun 2020 tahap di Kabupaten Kudus yang seharusnya dijadwalkan pada bulan Juli mendatang terancam diundur. Hal itu mengingat di tahap kedua ini, sensus dilakukan dengan wawancara langsung kepada penduduk, sedangkan pandemi covid-19 sendiri masih belum membaik.

Ihsan Iqbal, Kepala Bagian TU BPS Kudus menjelaskan, seharusnya bulan Juni ini ada pelatihan petugas sensus. Namun saat ini pun  kondisi belum memungkinkan karena wabah covid mengharuskan untuk physical dan social distancing.

“Kemungkinan melakukan sensus penduduk tahap 2 ya bulan September lah nanti menunggu keputusan langsung dari pusat,” ujar Ihsan Iqbal Kabag TU BPS, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: H-1 Penutupan Sensus Online, 340 Ribu Warga Pati Sudah Terdata

Baca Juga :   Dilaporkan Hilang, Perempuan Ini Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Prosesnya, petugas akan dilakukan rekruitmen secara online dan akan dites baru kemudian melakukan pelatihan

“Terakhir kali kita melakukan sensus ekonomi jumlah petugas sekitar 600 700 orang tapi tahun ini enggak tahu kan anggaran juga ditarik untuk Covid-19 banyak jadi enggak tahu nanti fix-nya berapa,” lanjutnya.

Rencananya petugas sensus yang akan direkrut adalah Ketua RT setempat karena lebih dekat dan mengetahui keadaan warga juga jarak ke lapangan lebih dekat.

Pelaksanaan sensus tahap dua atau wawancara tahun akan memanfaat teknologi untuk mempermudah petugas. Hal ini berbeda dengan sensus pada tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan dokumen.

“Harapannya ya supaya sensus tahap 2 bisa dilakukan tidak tertunda karena penting demi perkembangan pembangunan juga,” harap Iqbal.

Baca Juga :   PPDB Online di Kabupaten Kudus Dilakukan Serentak

Untuk kendala sensus penduduk sendiri, ia mengaku kesulitan dengan ketidakterbukaan warga terhadap petugas BPS. Warga juga tidak percaya karena adanya hoax-hoax di media sosial terkait penipuan dari NIK. (*)

Baca juga: Walaupun Ada Pengunjung yang Reaktif Covid-19, Pasar Dawe Belum Pernah Tutup

 

Redaktur: Ulfa PS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral