oleh

Tujuh Desa di Jepara Kini Terdampak Kekeringan

Jepara, Mitrapost.com Dampak kekeringan di Kabupaten Jepara kini meluas ke tujuh daerah. Sebelumnya, wilayah terdampak kekeringan akibat musim kemarau hanya terjadi di dua desa.

“Dua desa yang sudah mengajukan permohonan droping air bersih sebelumnya, yakni Desa Plajan (Kecamatan Pakis Aji) dan Blimbingrejo (Kecamatan Nalumsari),” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Kusmiyanto, Senin (21/9/2020).

Pengajuan droping air bersih kemudian disusul dari Desa Clering dan Blingoh (Kecamatan Donorojo), Desa Bungu (Kecamatan Mayong), Desa Kaliombo (Kecamatan Pecangaan), dan Desa Panggung (Kecamatan Kedung).

Akan tetapi dari kelima desa tersebut, baru tiga desa yang sudah mengajukan surat, sedangkan dua desa lainnya sebatas menyampaikan secara lisan.

Baca juga: Tak Seekstrim Tahun Lalu, Permintaan Air Bersih Akibat Kekeringan di Pati Masih Aman

Hingga kini, lanjut dia, BPBD Jepara sudah melakukan droping air hingga 40.000 liter, sebanyak 25.000 liter untuk Desa Plajan, 5.000 liter untuk Desa Blimbing, dan Clering sebanyak 10.000 liter.

Sejumlah desa yang kesulitan air, sebetulnya sudah terjangkau wilayah jaringan PDAM Jepara, namun karena belum memadai akhirnya mengajukan bantuan.

Bersamaan dengan droping air bersih, BPBD Jepara juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya memakai masker atau mematuhi protokol kesehatan.

“Kami juga menyiapkan masker yang dibagikan untuk setiap desa sebanyak 50 masker,” ujarnya. (fp)

Baca juga: 

 

Artikel ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul ‘Jumlah desa terdampak kekeringan di Jepara bertambah

Komentar

Berita Terkait